Empat Kali, Cair Dana PIP Siswi SDN Hegarmanah Warungkondang, Orang Tua Mengaku Hanya Terima Sekali Satu Kali

Iklan

Empat Kali, Cair Dana PIP Siswi SDN Hegarmanah Warungkondang, Orang Tua Mengaku Hanya Terima Sekali Satu Kali

Senin, 19 Januari 2026, Januari 19, 2026
CIANJUR  -//- Dugaan kejanggalan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Seorang orang tua siswa mengeluhkan bantuan pendidikan atas nama anaknya yang tercatat cair sebanyak empat kali dalam aplikasi SIPINTAR, namun mengaku hanya menerima bantuan tersebut satu kali.

Keluhan itu disampaikan Agus Wawan (55), warga Kampung Cilenjang RT 002/RW 005, Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang. Ia menyebut anaknya, Seira Aprilianti, tercatat sebagai penerima bantuan PIP saat bersekolah di SDN Hegarmanah pada tahun 2017, 2018, 2019, dan 2020.

"Di aplikasi SIPINTAR tercatat dapat empat kali bantuan PIP, tapi saya hanya menerima satu kali saja waktu anak saya kelas enam SD dengan nominal Rp200 ribu,” ujar Agus saat ditemui di kediamannya, Rabu (14/01/2025).

Saat ini, Seira Aprilianti tercatat sebagai siswi kelas XII SMA. Untuk memastikan kejelasan hak anaknya, Agus mendatangi pihak SDN Hegarmanah. Dari penelusuran awal pihak sekolah, bantuan PIP memang tercatat cair pada tahun-tahun tersebut. Namun, keberadaan buku tabungan hingga kini belum diketahui secara pasti.

Agus mengaku sempat menanyakan hal tersebut kepada Aep, guru olahraga SDN Hegarmanah, yang kemudian menyampaikan akan berkoordinasi dengan Andi selaku operator sekolah. Tak lama berselang, Aep mendatangi rumah Agus dan meminjam Kartu Keluarga (KK) untuk keperluan pengecekan data.

Bahkan, Aep sempat mengajak Agus untuk bersama-sama mengecek ke Bank BRI Unit Cikaroya, Warungkondang. Namun karena kondisi fisik, Agus meminta agar pengecekan dilakukan oleh pihak sekolah.

"Pak Aep berangkat sendiri ke BRI. Setelah pulang, beliau bilang data anak saya tidak muncul,” kata Agus.

Agus kemudian disarankan untuk menemui operator sekolah. Namun saat ia datang ke SDN Hegarmanah, operator sekolah tersebut sudah pulang. Terkait keberadaan buku tabungan PIP, Agus mengaku tidak mengingat secara pasti.

"Saya lupa, tidak tahu buku tabungannya ada di sekolah atau di rumah. Saya sudah tua, jadi lupa,” ujarnya.

Pada Senin (19/01/2026), awak media mendatangi SDN Hegarmanah untuk melakukan konfirmasi. Namun kepala sekolah tidak berada di tempat karena menghadiri rapat dinas. Awak media kemudian menemui Andi selaku operator sekolah dan Aep sebagai guru olahraga.

Andi oprator sekolah SDN Hegarmanah, membenarkan bahwa berdasarkan data di aplikasi SIPINTAR, Seira Aprilianti tercatat menerima bantuan PIP pada tahun 2017 hingga 2020.

"Betul, setelah saya cek di SIPINTAR, yang bersangkutan tercatat menerima PIP pada tahun-tahun tersebut,” ujar Andi.

Saat ditanya sejak kapan menjabat sebagai operator sekolah, Andi mengaku telah menjadi operator SDN Hegarmanah sejak tahun 2017 hingga sekarang. Namun, terkait arsip data penerima PIP, ia menyebut data lama tersimpan di laptop yang kini sudah rusak.

"Datanya ada di laptop lama, tapi laptopnya rusak jadi datanya tidak bisa dibuka,” katanya.

Ia juga menyebut masih ada arsip fisik penerima PIP yang tersimpan di gudang sekolah.

"Ada berkasnya, tapi numpuk di gudang dan harus dicari dulu. Di situ tercantum nama siswa penerima manfaat beserta nomor rekeningnya. Ini jadi PR buat saya sebagai operator,” jelasnya.

Terkait pembagian buku tabungan PIP, Andi mengklaim pihak sekolah selalu menyerahkan buku tabungan kepada orang tua atau siswa penerima manfaat serta memberikan penjelasan terkait pencairan bantuan.

"Saya selalu membagikan buku tabungan. Mungkin Pak Agus lupa karena sudah lama, atau kemungkinan bantuan tersebut sudah pernah diambil,”tutupnya.

TerPopuler